<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Toko Islam Indonesia &#187; Syubuhat</title>
	<atom:link href="http://blog.tokoislam.info/category/syubuhat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.tokoislam.info</link>
	<description>Kumpulan Artikel &#124;herbal&#124;Islam&#124;Nasehat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Mar 2010 03:17:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Antara Syari&#8217;at dan Problematika Kontemporer</title>
		<link>http://blog.tokoislam.info/syubuhat/antara-syariat-dan-problematika-kontemporer</link>
		<comments>http://blog.tokoislam.info/syubuhat/antara-syariat-dan-problematika-kontemporer#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 06:25:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syubuhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuubaidah.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Syaikh Shalih Al-Fauzan Pertanyaan: Ada beberapa hal yang memaksa seseorang sedikit menunjukkan sikap lunak manakala menghadapi sebagian problematika yang berkembang di lapangan terkait dengan problematika-problematika kontemporer. Hal ini banyak sekali menyita perha-tian anak-anak generasi sekarang ini dan banyak pula manusia yang terjerumus ke dalamnya sementara mereka bingung antara memilih hukum-hukum syari&#8217;at dari satu sisi dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Syaikh Shalih Al-Fauzan</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Pertanyaan: </strong><br />
<em>Ada beberapa hal yang memaksa seseorang sedikit menunjukkan sikap lunak manakala menghadapi sebagian problematika yang berkembang di lapangan terkait dengan problematika-problematika kontemporer. Hal ini banyak sekali menyita perha-tian anak-anak generasi sekarang ini dan banyak pula manusia yang terjerumus ke dalamnya sementara mereka bingung antara memilih hukum-hukum syari&#8217;at dari satu sisi dan tuntutan dunia kontemporer dari sisi yang lain. Contohnya, masalah televisi, ikhtilat (percampurbauran antara bukan mahram), problematika seputar pariwisata, bunga riba dan problematika-problematika lainnya yang dapat melelahkan generasi saat ini. Jadi, bagaimana berinteraksi dengan problematika-problematika yang demikian rumit tersebut?</em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><span id="more-170"></span></p>
<p class="MsoNormal">Tidak dapat diragukan lagi bahwa dien al-Islam adalah dien yang konfrehensif, dalam artian bahwa ia tidak membiarkan satu problematika kehidupan pun hingga Hari Kiamat melainkan telah memberikan solusi yang sesuai untuknya. Dari itu, bahwa Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala telah menyempurnakan dien ini sebagaimana dalam firman-Nya,</p>
<p><em>&#8220;Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agamamu.&#8221;</em> (Al-Ma&#8217;idah:3).</p>
<p>Dan hal yang tidak dapat disangkal lagi bahwa para ulama kita telah dapat mengintisarikan fiqih yang agung dari Kitabullah dan Sunnah RasulNya, demikian pula sekian banyak hal yang menyoroti problematika-problematika dunia serta memberikan solusi-solusi yang universal. Semua solusi-solusi ini terdapat di dalam Kitabullah dan As-Sunnah. Sekarang kita tidak dapat mengingkari bahwa dunia saat ini diterpa oleh perubahan-perubahan dan beragam problematika yang tidak terhitung banyaknya akan tetapi seorang muslim yang tulen wajib mengembalikan solusi terhadap problematika-problematika dan perubahan-perubahan ini kepada Kitabullah dan As-Sunnah. Dan sebagaimana yang kita ketahui bahwa dua sumber ini tidaklah menolak mentah-mentah sesuatu yang bermanfaat bagi seorang muslim akan tetapi keduanya menolak sesuatu yang berbahaya bagi individu dan kelompok.<br />
Sedangkan mengenai bagaimana cara seorang muslim menginvestasikan harta-hartanya, maka Islam telah meletakkan solusi dan cara-cara menginvestasikannya. Di sana ada yang namanya jual beli baik seorang muslim melakoninya sendiri ataupun dengan melakukan sistem mudharabah dengan orang lain sesuai dengan aturan syari&#8217;at, yaitu menyerahkan harta tersebut kepada orang yang menjual dan membelinya dengan imbalan sebagian keuntungan yang tidak ditentukan dengan jumlah nominal tertentu. Ataupun dengan cara menanamkan saham pada perusahaan-perusahaan yang bersih dan perusahaan produksi seperti perusahaan-perusahaan industri, listrik dan transportasi. Yaitu perusahaan-perusahaan yang menginvestasikan harta-harta tersebut dengan cara investasi yang bersih. Banyak jalan yang dapat ditempuh seperti pada real estate, persawahan dan sebagainya, demikian pula membangun proyek-proyek produktif yang bersih.</p>
<p><strong>Rujukan:</strong><br />
Kitab ad-Da&#8217;wah, no.7, Dari fatwa Syaikh al-Fauzan, Jld.II, h.164-166.<br />
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, penerbit Darul Haq.</p>
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tokoislam.info/syubuhat/antara-syariat-dan-problematika-kontemporer/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghabiskan Waktu Melalui Jaringan Internet</title>
		<link>http://blog.tokoislam.info/syubuhat/menghabiskan-waktu-melalui-jaringan-internet</link>
		<comments>http://blog.tokoislam.info/syubuhat/menghabiskan-waktu-melalui-jaringan-internet#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 07:45:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syubuhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuubaidah.wordpress.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Syaikh Ibnu Jibrin Pertanyaan: Banyak di kalangan pemuda yang menghabiskan sebagian besar waktunya tenggelam di jaringan internet dan berkeliling di situs-situs yang berbeda-beda, yang baik yang buruk, berikanlah nasehat untuk para pemuda tersebut? Jawaban: Banyak di kalangan pemuda tersebut yang memiliki waktu senggang dan cenderung kepada hawa nafsu dan sesuatu yang diinginkan oleh jiwa berupa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Syaikh Ibnu Jibrin</p>
<p class="MsoNormal">Pertanyaan:<br />
<em>Banyak di kalangan pemuda yang menghabiskan sebagian besar waktunya tenggelam di jaringan internet dan berkeliling di situs-situs yang berbeda-beda, yang baik yang buruk, berikanlah nasehat untuk para pemuda tersebut?</em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><span id="more-146"></span></p>
<p class="MsoNormal">Banyak di kalangan pemuda tersebut yang memiliki waktu senggang dan cenderung kepada hawa nafsu dan sesuatu yang diinginkan oleh jiwa berupa melihat segala yang baru, lalu mereka mengikuti perkumpulan tersebut yang memberikan apa yang disiarkan lewat internet atau saluran alam maya. Tidak disangsikan lagi bahwa kebanyakan yang disiarkan program-program ini adalah syubhat-syubhat yang menyesatkan, propaganda-propa-ganda yang merusak akal dan fitrah, serta gambar-gambar cabul yang menggoda bagi yang menyaksikannya. Maka nasehat kami kepada setiap muslim dari kalangan pemuda dan orang tua agar mendidik diri sendiri dari tempat-tempat itu dan perkumpulan-perkumpulan kotor, agar mereka memelihara pendengaran dari mendengar kata-kata kotor dan ucapan-ucapan yang samar, agar mereka memelihara mata dari melihat siaran-siaran kufur atau bid&#8217;ah, karena memelihara waktu mereka dari kesia-siaan, memelihara agama dan akidah mereka dari perbuatan bid&#8217;ah, memelihara atas fitrah dan akal mereka dari tertipu dengan yang didengar atau disiarkan yang bisa menghapuskan penglihatan dan menulikan pendengaran. Mereka akan menemukan kesibukan dan menghabiskan waktu senggang mereka dengan berbagai hal yang mengandung maslahat (kebaikan) agama, mencari bekal ilmu-ilmu yang bermanfaat dan amal-amal shalih. Dan dari pekerjaan-pekerjaan duniawi yang mereka dapatkan dengan usaha-usaha yang mubah dan rizki yang halal, yang melangsungkan kehidupan mereka. Atau ilmu-ilmu yang dibolehkan dan berita-berita benar yang menjadi pelajaran berharga dengan mendengarkannya di dalam perjalanan hidup mereka. Mereka saling mengingatkan apa yang dialami oleh pendahulu mereka. Bersyukur dan memuji kepada Rabb mereka bahwa Dia Subhanahu Wa Ta&#8217;ala telah memberikan petunjuk kepada Islam dan membukakan kepada mereka ilmu-ilmu baru yang bermanfaat bagi kehidupan mereka. Sesungguhnya manusia akan dihisab atas waktu yang disia-siakannya. Diriwayatkan dalam hadits,</p>
<p class="MsoNormal">لاَ تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتىَّ يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيْمَ فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اِكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيْمَا أَبْلاَهُ</p>
<p class="MsoNormal"><em>&#8220;Tidak akan terjerumus dua kaki hamba pada hari kiamat sehingga ditanya tentang umurnya ke mana dihabiskannya, tentang ilmunya apa yang dilakukan padanya, tentang hartanya, dari mana didapatkannya dan ke mana digunakan, dan tentang badannya pada apakah ia hancurkan.&#8221;</em> [1]</p>
<p>Ia harus menyiapkan jawaban bagi setiap pertanyaan dan menyiapkan jawaban yang benar bagi semua jawaban. Allahu A&#8217;lam.</p>
<p class="MsoNormal">Footnote:<br />
[1] HR. At-Tirmidzi dalam shifah al-Qiyamah (2417)</p>
<p><strong>Rujukan:</strong><br />
Diucapkan dan didiktekan oleh Syaikh Abdullah al-Jibrin pada 2/7/1420 H.<br />
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.</p>
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tokoislam.info/syubuhat/menghabiskan-waktu-melalui-jaringan-internet/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

