<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Toko Islam Indonesia &#187; Aqidah</title>
	<atom:link href="http://blog.tokoislam.info/category/aqidah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.tokoislam.info</link>
	<description>Kumpulan Artikel &#124;herbal&#124;Islam&#124;Nasehat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Mar 2010 03:17:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Hukum Shalat Di Masjid Yang Ada Kuburannya</title>
		<link>http://blog.tokoislam.info/aqidah/hukum-shalat-di-masjid-yang-ada-kuburannya</link>
		<comments>http://blog.tokoislam.info/aqidah/hukum-shalat-di-masjid-yang-ada-kuburannya#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 03:21:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuubaidah.wordpress.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa Ulama Pertanyaan: Saudara MAN dari Mesir menyebutkan dalam pertanyaannya: Sahkah shalat di masjid yang di dalamnya terdapat kuburan? Jawaban: Masjid-masjid yang di dalamnya terdapat kuburan tidak boleh dipakai untuk shalat, dan kuburan-kuburan itu harus dibongkar dan dipindahkan mayat-mayatnya ke pekuburan umum, setiap jasad dikubur kembali masing-masing dalam satu lobang tersendiri seperti layaknya kuburan. Tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Beberapa Ulama</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Pertanyaan: </strong><br />
<em>Saudara MAN dari Mesir menyebutkan dalam pertanyaannya: Sahkah shalat di masjid yang di dalamnya terdapat kuburan?</em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><span id="more-231"></span></p>
<p class="MsoNormal">Masjid-masjid yang di dalamnya terdapat kuburan tidak boleh dipakai untuk shalat, dan kuburan-kuburan itu harus dibongkar dan dipindahkan mayat-mayatnya ke pekuburan umum, setiap jasad dikubur kembali masing-masing dalam satu lobang tersendiri seperti layaknya kuburan. Tidak boleh ada kuburan dibiarkan di dalam masjid, tidak kuburan wali dan tidak pula yang lainnya, karena Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam telah melarang dan memperingatkan hal tersebut, bahkan Allah telah melaknat kaum Yahudi dan Nasrani karena perbuatan itu. Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam , bahwa beliau bersabda,</p>
<p class="MsoNormal">لَعَنَ اللهُ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوْا قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ</p>
<p class="MsoNormal"><em>&#8220;Allah melaknat orang-orang yahudi dan nashara, mereka menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai tempat-tempat ibadah.&#8221; </em>(Al-Bukhari, kitab al-Mawaqit (1330), Muslim, kitab al-Masajid (529)).</p>
<p>Aisyah mengatakan, &#8220;Beliau memperingatkan terhadap apa yang telah mereka perbuat.&#8221; (Muttafaq &#8216;Alaih. al-Bukhari, kitab ash-Shalah (435, 436), Muslim, kitab al-Masajid (531)).</p>
<p>Ketika Ummu Salamah dan Ummu Habibah memberitahu Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tentang suatu gereja yang ada gambar-gambarnya, beliau bersabda,</p>
<p class="MsoNormal">أُولئِكَ قَوْمٌ إِذَا مَاتَ فِيْهِمُ الْعَبْدُ الصَّالِحُ أَو الرَّجُلُ الصَّالِحُ بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجٍدًا وَصَوَّرُوْا فِيْهِ تِلْكَ الصُّوَرَ أُولئِكَ شِرَارُ الْخَلْقِ عِنْدَ اللهِ</p>
<p class="MsoNormal"><em>&#8220;Mereka adalah kaum yang apabila seorang hamba yang sholih di antara mereka meninggal atau seorang laki-laki yang shalih, mereka membangun masjid di atas kuburannya dan membuat gambar-gambar itu di dalamnya. Mereka itu adalah sejahat-jahatnya makhluk di sisi Allah.&#8221;</em> (Disepakati keshahihannya: Al-Bukhari, kitab ash-Shalah (434), Muslim, kitab al-Masajid (528)).</p>
<p>Beliau juga mengatakan,</p>
<p class="MsoNormal">أَلاَ وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوْا يَتَّخِذُوْنَ قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيْهِمْ مَسَاجِدَ أَلاَ فَلاَ تَتَّخِذُوا الْقُبُوْرَ مَسَاجِدَ فَإِنِّيْ أَنْهَاكُمْ عَنْ ذلِكَ</p>
<p class="MsoNormal"><em>&#8220;Ketahuilah bahwasanya orang-orang sebelum kamu menjadikan kuburan para nabi mereka dan orang-orang shalih mereka menjadi tem-pat ibadah. Ketahuilah, maka janganlah kamu menjadikan kubur sebagai masjid, karena sesungguhnya aku melarang kamu dari hal itu.&#8221; </em>(Dikeluarkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya, dari Jundab bin Abdullah al-Bajali, kitab al-Masajid (532)).</p>
<p>Ini artinya, bahwa beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam melarang menjadikan kuburan sebagai masjid dan melaknat orang yang melakukannya serta mengabarkan bahwa orang yang melakukannya adalah sejahat-jahatnya makhluk. Maka yang wajib adalah berhati-hati terhadap hal ini.</p>
<p>Sebagaimana diketahui, bahwa shalat di kuburan berarti telah menjadikannya sebagai masjid (tempat sujud), dan barangsiapa yang membangun masjid di atasnya berarti telah menjadikannya sebagai masjid. Maka yang harus dilakukan adalah menjauhkan kuburan dari masjid dan tidak menguburkan mayat di dalam masjid, hal ini sebagai menifestasi perintah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan sikap waspada terhadap laknat yang telah dilontarkan dari Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala kepada yang membangun masjid di atas kuburan. Sebab, jika seseorang shalat di masjid yang ada kuburannya, setan akan menggodanya agar memohon kepada mayat yang ada di dalam kuburan tersebut, atau meminta pertolongan kepadanya, atau shalat dan sujud kepadanya, sehingga dengan demikian ia akan terjerumus ke dalam syirik besar. Inilah perbuatan kaum Yahudi dan Nasrani, maka kita harus menyelisihi mereka dan menjauhi cara dan perbuatan buruk mereka itu.<br />
Jika kuburan itu sudah sangat lama, lalu akan dibangun masjid di atasnya, yang wajib dilakukan adalah menghancurkan dan menghilangkan kuburan itu terlebih dahulu, dan ini berarti perombakan. Demikian sebagaimana disebutkan oleh para ahlul ilmi untuk menghindari faktor-faktor penyebab kesyirikan dan untuk mencegah keburukan-keburukannya. Hanya Allahlah yang mampu memberi petunjuk.</p>
<p><strong>Rujukan:</strong><br />
Majmu&#8217; Fatawa Wa Maqalat Mutanawwi&#8217;ah, juz 5, hal. 388-389, Syaikh Ibnu Baz.</p>
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br />
Apa hukum shalat di masjid yang ada kuburannya?</p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Jika masjid tersebut dibangun di atas kuburan, maka shalat di situ hukumnya haram, dan itu harus dihancurkan, sebab Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam telah melaknat kaum Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kuburan-kuburan para nabi mereka sebagai masjid-masjid, hal ini sebagai peringatan terhadap apa yang mereka perbuat.</p>
<p>Jika masjid itu telah dibangun lebih dulu daripada kuburannya, maka kuburan itu wajib dikeluarkan dari masjid, lalu dikuburkan di pekuburan umum, dan tidak ada dosa bagi kita dalam situasi seperti ini ketika membongkar kuburan tersebut, karena mayat tersebut di-kubur di tempat yang tidak semestinya, sebab masjid-masjid itu tidak halal untuk menguburkan mayat.</p>
<p>Shalat di masjid (yang ada kuburannya) yang dibangun lebih dulu daripada kuburannya hukumnya sah dengan syarat kuburan tersebut tidak berada di arah kiblat sehingga seolah-olah orang shalat ke arahnya, karena Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam melarang shalat menghadap kuburan. (HR. Muslim, kitab al-Masajid (973) dengan lafazh, &#8220;Janganlah kalian duduk-duduk di atas kuburan dan jangan pula shalat menghadapnya.&#8221;) Jika tidak mungkin membongkar kuburan tersebut, maka bisa dengan menghancurkan pagar masjidnya.</p>
<p><strong>Rujukan:</strong><br />
Majmu&#8217; Fatawa Wa Rasa&#8217;il Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin, juz 2, hal. 234-235.</p>
<p><strong>Rujukan:</strong><br />
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, penerbit Darul Haq.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Kategori</strong>: Shalat<br />
<strong>Sumber</strong>: http://fatwa-ulama.com</p>
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tokoislam.info/aqidah/hukum-shalat-di-masjid-yang-ada-kuburannya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasehat Bukanlah Gunjingan</title>
		<link>http://blog.tokoislam.info/aqidah/nasehat-bukanlah-gunjingan</link>
		<comments>http://blog.tokoislam.info/aqidah/nasehat-bukanlah-gunjingan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 07:53:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuubaidah.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Nasehat Bukanlah Gunjingan Syaikh Ibnu Baz Pertanyaan: Seseorang hendak menugaskan orang lain dengan suatu pekerjaan. Saya tahu bahwa orang tersebut tidak mampu melaksa-nakannya karena tidak mempunyai keahlian di bidang tersebut. Bolehkah saya memberitahu orang yang hendak memberinya tugas itu tentang kekurangan-kekurangan orang yang hendak diberi tugas itu. Apakah ini termasuk menggunjing? Jawaban: Jika maksudnya nasehat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Nasehat Bukanlah Gunjingan</p>
<p class="MsoNormal">Syaikh Ibnu Baz</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Pertanyaan: </strong><br />
<em>Seseorang hendak menugaskan orang lain dengan suatu pekerjaan. Saya tahu bahwa orang tersebut tidak mampu melaksa-nakannya karena tidak mempunyai keahlian di bidang tersebut. Bolehkah saya memberitahu orang yang hendak memberinya tugas itu tentang kekurangan-kekurangan orang yang hendak diberi tugas itu. Apakah ini termasuk menggunjing?</em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><span id="more-112"></span></p>
<p class="MsoNormal">Jika maksudnya nasehat maka bukan berarti menggunjing. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam ,</p>
<p class="MsoNormal">اَلدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ</p>
<p class="MsoNormal"><em>&#8220;Agama adalah nasehat.&#8221;</em></p>
<p>Ditanyakan kepada beliau, <em>&#8220;Bagi siapa ya Rasulullah?&#8221;</em> beliau menjawab,</p>
<p class="MsoNormal">لله وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلأَئِمَّةِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;"><em>&#8220;Bagi Allah, KitabNya, RasulNya, para pemimpin kaum muslimin dan kaum muslimin umumnya. &#8221; </em>(HR. Muslim dalam kitab shahihnya, bab al-Iman (55)).</p>
<p>Disebutkan dalam ash-Shahihain dari Jabir bin Abdullah al-Bajali ia berkata, <em>&#8220;Aku berbai&#8217;at kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam untuk mendirikan shalat, menunaikan zakat dan memberi nasehat kepada setiap muslim.&#8221;</em> (HR. Al-Bukhari dalam al-Iman (74); Muslim dalam al-Iman (56)).</p>
<p>Dan masih banyak lagi hadits-hadits lainnya yang semakna dengan ini. Hanya Allah lah yang mampu memberi petunjuk.</p>
<p><strong>Rujukan:</strong><br />
Majalah ad-Da&#8217;wah, nomor 1172, Syaikh Ibn Baz.<br />
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.</p>
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tokoislam.info/aqidah/nasehat-bukanlah-gunjingan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa itu Sekulerisme?</title>
		<link>http://blog.tokoislam.info/aqidah/apa-itu-sekulerisme</link>
		<comments>http://blog.tokoislam.info/aqidah/apa-itu-sekulerisme#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 03:51:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuubaidah.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu Sekulerisme? Syaikh Ibnu Jibrin Pertanyaan: Apa itu sekulerisme? Dan bagaimana hukum Islam terhadap para penganutnya? Jawaban: Sekulerisme merupakan aliran baru dan gerakan yang rusak, bertujuan untuk memisahkan urusan dien dari negara, berjibaku di atas keduniawian dan sibuk dengan kenikmatan dan kelezatannya serta menjadikannya sebagai satu-satunya tujuan di dalam kehidupan ini, melupakan dan melalaikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Apa itu Sekulerisme?</p>
<p class="MsoNormal">Syaikh Ibnu Jibrin</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Pertanyaan: </strong><br />
<em>Apa itu sekulerisme? Dan bagaimana hukum Islam terhadap para penganutnya?</em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><span id="more-56"></span></p>
<p class="MsoNormal">Sekulerisme merupakan aliran baru dan gerakan yang rusak, bertujuan untuk memisahkan urusan dien dari negara, berjibaku di atas keduniawian dan sibuk dengan kenikmatan dan kelezatannya serta menjadikannya sebagai satu-satunya tujuan di dalam kehidupan ini, melupakan dan melalaikan rumah akhirat dan tidak melirik kepada amalan-amalan ukhrawi ataupun memperhati-kannya. Sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam berikut ini sangat tepat dilabelkan kepada seorang sekuler,</p>
<p class="MsoNormal">تَعِسَ عَبْدُ الدِّيْنَارِ وَعَبْدُ الدِّرْهَمِ وَعَبْدُ الْخَمِيْصَةِ ؛ إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ وَإِنْ لَمْ يُعْطَ سَخِطَ، تَعِسَ وَانْتَكَسَ وَإِذَا شِيْكَ فَلاَ انْتَقَشَ</p>
<p class="MsoNormal"><em>&#8220;Celakalah budak dinar, budak dirham dan budak khamishah (sejenis pakaian terbuat dari sutera atau wol, berwarna hitam dan bertanda); jika diberi, dia rela dan jika tidak diberi, dia mendongkol. Celaka dan merugilah (sia-sialah) dia dan bila duri mengenainya, semoga dia tidak bisa mengeluarkannya.&#8221;</em>[1]</p>
<p>Setiap orang yang mencela sesuatu dari ajaran Islam baik melalui ucapan ataupun perbuatan maka sifat tersebut dapat dilekatkan padanya. Barangsiapa menjadikan undang-undang buatan manusia sebagai pemutus dan membatalkan hukum-hukum syari&#8217;at, maka dia adalah seorang sekuler. Siapa yang memboleh-kan semua hal yang diharamkan seperti perzinaan, minuman keras, musik dan transaksi ribawi dan meyakini bahwa melarang hal itu berbahaya bagi manusia dan merupakan sikap apatis terhadap sesuatu yang memiliki mashalahat terhadap diri, maka dia adalah seorang Sekuler. Siapa yang mencegah atau mengingkari penegakan hukum hudud seperti hukum bunuh terhadap si pembunuh, rajam, cambuk terhadap pezina atau peminum khamar, potong tangan pencuri atau perampok dan mengklaim bahwa penegakannya menyalahi sikap lemah lembut dan mengandung unsur kesadisan dan kebengisan, maka dia masuk ke dalam sekulerisme.</p>
<p>Sedangkan hukum Islam terhadap mereka, maka sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala tatkala memberikan sifat kepada orang-orang Yahudi,</p>
<p><em>&#8220;Apakah kamu beriman kepada sebagian dari Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia.&#8221;</em> (Al-Baqarah:85).</p>
<p>Barangsiapa menerima sesuatu yang setara dari ajaran agama seperti Ahwal Syakhshiyyah (Undang-Undang Perdata), sebagian ibadah dan menolak apa yang tidak sejalan dengan hawa nafsunya, maka dia masuk ke dalam makna ayat ini.</p>
<p>Demikian juga firmanNya,</p>
<p><em>&#8220;Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.&#8221;</em> (Hud:15-16).</p>
<p>Maka, tujuan utama kaum sekuler adalah menggabungkan dunia dan kenikmatan pelampiasan hawa nafsu sekalipun diharamkan dan mencegah dari melakukan kewajiban, maka mereka masuk ke dalam makna ayat di atas dan juga ayat berikut,</p>
<p><em>&#8220;Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.&#8221;</em> (Al-Isra&#8217;:18).</p>
<p>Dan banyak lagi ayat-ayat dan hadits-hadits semisalnya, <em>wallahu a&#8217;lam</em>.</p>
<p class="MsoNormal">
<p>_________<br />
Footnote:<br />
[1] HR. Al-Bukhari, al-Jihad (2883).</p>
<p><strong>Rujukan:</strong><br />
Fatawa Fi at-Tauhid, dari fatwa Fadhilatusy Syaikh Ibn Jibrin, h.39-40.<br />
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, penerbit Darul Haq.</p>
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tokoislam.info/aqidah/apa-itu-sekulerisme/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah iman itu adalah tauhid ?</title>
		<link>http://blog.tokoislam.info/aqidah/apakah-iman-itu-adalah-tauhid</link>
		<comments>http://blog.tokoislam.info/aqidah/apakah-iman-itu-adalah-tauhid#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 09:37:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuubaidah.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Syaikh ibnu Al-Utsaimin Pertanyaan: Apakah iman itu adalah tauhid ? Jawaban: Tauhid adalah mengesakan Allah dalam hal-hal yang khusus bagi Allah dan keharusan bagi-Nya. Sedangkan, Iman adalah pembenaran yang mencakup penerimaan dan ketundukan. Diantara keduanya terdapat keumuman dan kekhususan masing-masing, setiap muwahhid (orang yang bertauhid) adalah mu&#8217;min (orang yang beriman), dan setiap mu&#8217;min adalah muwahhid [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Syaikh ibnu Al-Utsaimin</p>
<p class="MsoNormal">Pertanyaan:<br />
<em>Apakah iman itu adalah tauhid ?</em></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Jawaban:</strong><span id="more-7"></span><br />
Tauhid adalah mengesakan Allah dalam hal-hal yang khusus bagi Allah dan keharusan bagi-Nya. Sedangkan, Iman adalah pembenaran yang mencakup penerimaan dan ketundukan. Diantara keduanya terdapat keumuman dan kekhususan masing-masing, setiap muwahhid (orang yang bertauhid) adalah mu&#8217;min (orang yang beriman), dan setiap mu&#8217;min adalah muwahhid dengan makna umum. Akan tetapi, kadang tauhid itu lebih khusus daripada iman dan kadang iman itu lebih khusus daripada tauhid. waAllahu a&#8217;lam.</p>
<p class="MsoNormal">وسئلفضيلةالشيخ : هلالإيمانهو rnالتوحيد ؟<br />
فأجاب حفظه الله بقوله : التوحيد : &#8221; إفراد الله عز وجل بما يختص به rnويجب له &#8221; . والإيمان هو &#8221; التصديق المتضمن للقبول والإذعان &#8221; . وبينهما عموم وخصوص فكل موحد مؤمن وكل مؤمن موحد بالمعنى العام .<br />
ولكن أحياناً يكون التوحيد أخص من الإيمان، والإيمان أخص من التوحيد . والله أعلم</p>
<p><strong>Rujukan:</strong><br />
Majmu&#8217; Fatawa Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin Jilid 1 Fatwa No. 2</p>
<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Sumber</strong>: http://fatwa-ulama.com</p>
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tokoislam.info/aqidah/apakah-iman-itu-adalah-tauhid/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

